Apa Itu CBT (Computer Based Test)? Pengertian, Manfaat & Cara Kerjanya di Sekolah
Pengertian CBT (Computer Based Test), bedanya dengan ujian kertas, manfaat untuk sekolah, kebutuhan server, dan langkah memulai ujian CBT di sekolah.
Tim SKN School 9 Oktober 2026 6 menit baca
Istilah CBT makin sering terdengar di sekolah — dari ANBK, ujian sekolah, sampai PTS dan PAS. Artikel ini menjelaskan apa itu CBT (Computer Based Test), bedanya dengan ujian kertas, manfaatnya, dan apa saja yang perlu disiapkan sekolah untuk mulai.
Pengertian CBT (Computer Based Test)
CBT atau Computer Based Test adalah ujian yang dikerjakan menggunakan perangkat komputer, laptop, tablet, atau HP. Soal ditampilkan di layar, siswa memilih atau mengetik jawaban, dan sistem menyimpan jawaban secara otomatis. Untuk soal pilihan ganda, nilai biasanya langsung keluar begitu ujian dikumpulkan.
Di Indonesia, CBT dikenal luas sejak Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan kini Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Banyak sekolah lalu memakai CBT juga untuk ujian internal seperti PTS, PAS, ujian sekolah, dan try out.
Perbedaan CBT dan ujian kertas (PBT)
| Aspek | Ujian kertas (PBT) | CBT |
|---|---|---|
| Biaya cetak | Besar (soal + lembar jawaban) | Hampir nol |
| Koreksi | Manual, lama | Pilihan ganda otomatis, instan |
| Acak soal | Sulit (perlu banyak paket) | Otomatis per siswa |
| Soal multimedia | Terbatas gambar cetak | Gambar, audio, video |
| Rekap nilai | Input ulang ke rapor | Bisa langsung tersambung ke rapor |
Manfaat CBT untuk sekolah
- Hemat biaya dan waktu — tidak perlu fotokopi soal dan lembar jawaban.
- Hasil cepat dan akurat — guru tidak lagi mengoreksi ratusan lembar pilihan ganda.
- Lebih sulit menyontek — urutan soal dan pilihan bisa diacak untuk tiap siswa.
- Bank soal bisa dipakai ulang untuk tahun dan kelas berikutnya.
- Siswa terbiasa dengan format ujian berbasis komputer seperti ANBK.
Apa yang dibutuhkan untuk menjalankan CBT?
1. Aplikasi CBT
Ada dua model: aplikasi yang di-install sendiri di hosting/server sekolah (contohnya Candy CBT), atau layanan terkelola yang servernya sudah diurus penyedia, seperti aplikasi CBT SKN School.
2. Server yang cukup kuat
Yang paling menentukan adalah jumlah siswa yang ujian bersamaan, bukan total siswa. Server yang terlalu kecil membuat ujian lambat atau error saat semua siswa menekan tombol "kumpulkan" berbarengan.
3. Perangkat siswa
Komputer lab, laptop, atau HP siswa. Untuk ujian di HP, pastikan aplikasi punya proteksi anti-nyontek seperti mode layar penuh dan deteksi pindah aplikasi.
4. Koneksi internet atau jaringan lokal
CBT online butuh internet yang stabil. CBT offline berjalan di jaringan lokal sekolah, tetapi membutuhkan server lokal dan operator yang mengurusnya.
5. Pengawas
Pengawas tetap diperlukan. Aplikasi CBT yang baik menyediakan live monitor agar pengawas bisa melihat status semua siswa secara real-time.
Langkah memulai CBT di sekolah
- Tentukan model: install sendiri atau layanan terkelola.
- Hitung jumlah siswa yang akan ujian bersamaan untuk memilih ukuran server.
- Masukkan data siswa dan kelas, lalu susun bank soal (bisa dari file Word).
- Lakukan uji coba (simulasi) dengan satu kelas sebelum ujian sebenarnya.
- Atur jadwal, ruang, dan pengawas, lalu jalankan ujian.
Ingin mencegah kecurangan saat ujian di HP? Baca 7 cara mencegah siswa menyontek saat ujian online.
Butuh aplikasi CBT yang langsung jalan?
SKN School: ujian CBT anti-nyontek di HP & komputer, plus LMS, rapor, keuangan, dan PPDB — server dan domain kami yang urus.
SKN